
Daftar Waktu Lama Berpuasa di Berbagai Negara


Zaman seperti sekarang, traveling sudah bisa dilakukan dengan begitu mudahnya. Nggak seperti dulu, yang butuh biaya besar untuk sekedar jalan-jalan. Maka, anak-anak muda berbondong-bondong keliling dunia. Saking mudahnya, bahkan sambil sekolah pun bisa. Luar biasa, bukan?
Dalam dinamika perjalanan, kadang cinta bisa timbul kapan saja. Seringkali muncul bersama teman seperjalanan, atau dengan orang yang awalnya hanya berpapasan di trek pendakian. Wah kisah-kisah dramatis macam itu banyak banget. Tinggal cari aja, pokoknya traveling dan perasaan itu sebuah kombinasi yang sempurna deh. Nah, kamu yang orang Jawa, yang suka jalan kemana-mana, sudah galau jodoh belum? Sudah ketemu jodoh di perjalanan? Atau memang mencari istri orang Jawa pula? Yuk deh simak dulu artikelnya…
Mumpung masih muda, nggak usah takut keliling dunia. Pesawat murah, panduan murah banyak banget tinggal download, dan teknologi sudah maju banget. Masa nggak berani sih keliling dunia. Ya setidaknya cobalah yang dekat-dekat dahulu, seperti Malaysia, Singapura maupun Thailand. Ingat lho hidup cuman sekali. Dengan semua kemudahan ini sayang banget kalau belum pernah ke luar negeri. Tapi kalau jodoh, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri deh…
Mati muda? Emang nggak pengen traveling bareng keluarga?
Sebisa mungkin, kamu harus jaga perasaan sewaktu traveling. Godaannya begitu berat dan bermacam-macam. Cewek cantik bertebaran, cowok ganteng pun banyak sekali. Kamu yang cowok pasti senang dengan pemandangan seperti ini. Sementara kamu yang cewek baper banget pengen bersandar di pundak bule ganteng. Hahaha. Tapi pernah nggak memikirkan seperti ini, gimana ya kalau cinta sama cowok/ cewek yang berbeda negara, suku maupun agama? Ya anggap saja nikah sama bule Prancis gitu. Hal itu nggak masalah sih, tapi asal tahu saja. Berat nanti menjalaninya.
Traveling kadang ketemu jodoh
Buat apa sih jatuh cinta kalau tujuan akhirnya bukan dihalalkan? Di usia yang sudah matang, tentu urusan hati harus disikapi dengan lebih hati-hati. Nggak seperti waktu sekolah menengah dulu dong ya. Nah, ketemu jodoh pas lagi traveling itu banyak banget. Nggak masalah dong asal sesuai dengan kriteriamu dan beberapa pertimbangan orang tuamu. Lha kalau kamu jatuh cinta dan membangun cintamu habis-habisan untuk seseorang yang jauh berbeda denganmu, gimana dong? Bukan masalah karakter atau kepribadian. Tapi mengenai hal prinsip seperti agama dan kebangsaan. Sampai sekarang nikah beda agama tidak pernah mudah. Apalagi nikah berbeda negara.
dian sastro via www.trentekno.com
Kalau nikah sama bule, bayangkan sesusah apa orangtuamu ngobrol dengan menantunya yang dari Uzbekistan, misalnya…
setia dan penurut
Perempuan Jawa dibekali dengan unggah-ungguh yang tertanam sejak kecil (kecuali yang tidak lho ya). Jadi secara tata krama dan sopan santun mereka juaranya. Tutur katanya lembut dan bersifat penyayang. Satu hal lagi yang paling penting, perempuan Jawa sudah terbiasa setia. Suami adalah raja yang harus dicintai dan dilayani sepenuh hati. Tentu, secara budaya dan agama pun tidak berbenturan. Hal ini akan menciptakan keseimbangan kelak di rumah tangga kamu nanti.
Kebudayaan yang jauh berbeda rawan menciptakan konflik. Sementara agama yang berbeda menciptakan masalah untuk anak-anakmu nanti…
Jadi sudah memutuskan untuk nikah dengan perempuan Jawa atau masih berkeras nikah dengan bule? Hehehe. Semua keputusan kembali kepadamu ya. Semoga berjodoh dengan gadis Jawa, atau buat yang cewek dapat juga cowok Jawa. Tapi cowok Jawa jarang yang ganteng sih, yang sabar ya.
Semoga segera traveling bareng istri kamu (yang dari Jawa)!
Kejadian menggemparkan terdengar dari Nusa Penida, Bali. Destinasi andalan pariwisata Indonesia ini tercoreng atas perilaku pemerkosaan. Wisatawan asal Swiss, sebut saja Bunga (21) mengalami kejadian pemerkosaan oleh tiga pemuda. Tak terima dengan perlakuan itu, Bunga melaporkan kegiatan bejat tersebut ke Polsek Nusa Penida.
Seperti apa kronologis kejadian pemerkosaan terhadap Bunga? Yuk simak sama-sama ulasannya…
Salah satu pantai di sudut Pulau Nusa Penida, Bali.
Bunga yang masih berstatus mahasiswi ini berlibur ke Bali bersama sahabatnya, sebut saja J yang berusia 22 tahun. Mereka berdua melanjutkan liburan mereka ke Nusa Penida. Di sebuah warung, Bunga yang tengah bersama J bertemu dengan salah satu tersangka, Gede RS. Oleh Gede RS, mereka berdua diajak ke rumah tersangka lainnya, Gede KK yang berada di Desa Batununggul, Nusa Penida.
ilustrasi via suryamalang.tribunnews.com

